Minggu, 10 September 2017

Wasiat Muhammad Al Fatih (Penakluk Konstantinopel) kepada anaknya

"Aku sudah di ambang kematian. Tapi aku berharap aku tidak kawatir, karena aku meninggalkan seseorang sepertimu. Jadilah seorang pemimpin yang adil, shalih dan penyayang. Rentangkan pengayomanmu untuk rakyatmu, tanpa kecuali, bekerjalah untuk menyebarkan Islam. Karena sesungguhnya itu merupakan kewajiban para penguasa di muka bumi. Dahulukan urusan agama atas apapun urusan lainnya. Dan janganlah kamu jemu dan bosan untuk terus menjalaninya.
 Janganlah engkau angkat jadi pegawaimu mereka yang tidak peduli dengan agama, yang tidak menjauhi dosa besar, dan yang tenggelam dalam dosa. Jauhilah olehmu bid’ah yang merusak. Jagalah setap jengkal tanah islam dengan jihad. Lindungi harta di baitul maal jangan sampai binasa. Janganlah sekali-kali tanganmu mengambil harta rakyatmu kecuali dengan cara yang benar sesuai ketentuan islam. Pastikan mereka yang lemah mendapatkan jaminan kekuatan darimu. Berikanlah penghormatanmu untuk siapa yang memang berhak.”
“Ketahuilah, sesungguhnya para ulama adalah poros kekuatan di tengah tubuh negara, maka muliakanlah mereka. Semangati mereka. Bila ada dari mereka  yang tinggal di negeri lain, hadirkanlah dan hormatilah mereka. Cukupilah keperluan mereka.”
“Berhati-hatilah, waspadalah, jangan sampai engkau tertipu oleh harta maupun tentara. Jangan sampai engkau jauhkan ahli syari’at dari pintumu. Jangan sampai engkau cenderung kepada pekerjaan yang bertentangan dengan ajaran islam. Karena sesungguhnya agama itulah tujuan kta, hidayah itulah jalan kita. Dan oleh sebab itu kita dimenangkan.”
“Ambilah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut kecil. Lalu allah memberi nikmat yang besar ini. Maka tetaplah di jalan yang telah aku lalui. Bekerjalah untuk memuliakan agama islam ini, menghormati umatnya. Janganlah engkau hamburkan uang negara, berfoya-foya, dan menggunakannya melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab-sebab terbesar datangnya kehancuran.”

Kamis, 07 September 2017

Berkisahlah

Bismillah

Jika saat ini kau memiliki anak perempuan, jangan berikan ia dongeng putri salju....
Tapi berikan ia  kisah Maryam Ibunda Nabi Isa, wanita langit yang mulia karena ia sangat menjaga kesucian dan kehormatannya...

Jika saat ini kau punya anak perempuan, jangan berikan ia dongeng cinderela...
Tapi berikan ia kisah Khadijah yang menjadi wanita suci hingga ia disandingkan dengan lelaki paling mulia di muka bumi ini Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam...

Berikan ia kisah bukan dongeng yang semata terlihat indah diawal, tampak menyenangkan di depan namun justru merusak jiwa dan ruh generasi kita..

Jangan berikan ia dongeng malin kundang yang durhaka pada ibundanya...tapi berikan ia kisah Uwais AlQorni yang sangat setia berbakti pada ibundanya bahkan hingga akhir hayat sang ibu tercinta...

Jangan berikan ia dongeng kancil yang licik, ia mencuri timun petani..kancil melakukan dosa, namun kita anggap itu lucu dan biasa..
Berikan ia kisah Mahmud Gajah Abrahah yang menolak untuk menghancurkan Ka'bah karena ia takut pada Tuhannya..

Gantilah dongeng arjuna yang (katanya) rupawan dengan kisah Nabi Yusuf Alaihissalam yang paling Tampan dan Rupawan..

Gantilah dongeng kura-kura dengan semut ibrahim...
Gantilah dongeng bangau dengan gagak dalam kisah qobil dan habil..
Gantilah.. Gantilah.. dan gantilah..
Gantilah dongeng itu dengan kisah..

Jangan berikan ia dongeng Ramayana yang menyesatkan akidah...
Namun berilah ia kisah Bilal bin Rabbah yang memperjuangkan keimanannya bairpun maut taruhannya..

Jangan berikan ia dongeng-dongeng dengan kesenangan yang semu, dengan kemuliaan yang semu..
Namun berikan ia kisah nyata yang penuh hikmah..

Jangan memulai harinya dengan sebuah kebohongan, karena dongeng adalah kebohongan yang direkayasa manusia.. Mulailah harinya dengan kejujuran yaitu dengan berkisah, kisah nyata bukan rekayasa...
Ada sosok Rasullah yang mulia, yang kisahnya memiliki ribuan hikmah.. Yang membaca setiap lembar kisahnya akan memberikan pelajaran bagi kita.. Karena Rasulullah adalah AlQur'an yang berjalan..

Jika masa kecil kita dipenuhi dengan dongeng hayalan.. Maka sudahilah.. Cukup itu sampai pada diri kita saja..
Putus rantainya.. Biarkan anak kita tumbuh dengan kisah dan segeralah mulai berkisah..

Jaga dan Selamatkan akidah mereka selagi engkau ada disampingnya..

Kisah... Kisah.. Dan kisah untuk anak kita..

Allahu a'lam..