Kamis, 20 Juli 2017
Anak-anak Subuh
Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya.
Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud.
Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai.
Ada pula Ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Di gendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang Ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun.
Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada Ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa Ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid.
Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini.
Selama masih ada orang tua, terutama para Ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya sholat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat.
Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib ummat ini di masa datang?
Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.
Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya.
Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.
Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam.
Rabu, 19 Juli 2017
Untukmu Anakku, Tahukah Kamu Nak?
Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke Masjid.
Sebab banyak orang kaya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekalipun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana. .
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Karna orang pintar dan pandaipun sering tidak mampu menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke Universitas Eropa ataupun ke Amerika, mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australi, dan Korea dengan semangat yang membara, namun ke Masjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bergelar S3. .
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Karna pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukan puncak gunung bromo dan merapipun, sering mengeluh ketika diajak ke Masjid.
Alasan merekapun beragam. Ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman di cap 'Alim'. .
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Maka berbahagialah dirimu wahai anakku, bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke Masjid. Karna bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke Masjid.
.
Biar kami beritahu rahasia kepadamu.
Sejatinya, perjalananmu ke Masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu.
Itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabimu.
Serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya. .
Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke Masjid.
Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenang Rabbmu. .
-Surat kecil dari orangtuamu-
Semoga bermanfaat.
Sebab banyak orang kaya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekalipun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana. .
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Karna orang pintar dan pandaipun sering tidak mampu menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke Universitas Eropa ataupun ke Amerika, mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australi, dan Korea dengan semangat yang membara, namun ke Masjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bergelar S3. .
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Karna pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukan puncak gunung bromo dan merapipun, sering mengeluh ketika diajak ke Masjid.
Alasan merekapun beragam. Ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman di cap 'Alim'. .
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Maka berbahagialah dirimu wahai anakku, bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke Masjid. Karna bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke Masjid.
.
Biar kami beritahu rahasia kepadamu.
Sejatinya, perjalananmu ke Masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu.
Itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabimu.
Serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya. .
Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke Masjid.
Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenang Rabbmu. .
-Surat kecil dari orangtuamu-
Semoga bermanfaat.
Langganan:
Komentar (Atom)