Minggu, 30 Agustus 2015

Konsep pendidikan anak - ZERO MISTAKE AND ZERO TOLERANCE


"Anak saya tidak boleh main games bu. Kalau main games akan saya hukum"
"Kok nilainya hanya 9, masih ada yang salah ini"
"Kamu ini musti rajin belajar, jangan main melulu ... " (note: anak sekolah fullday Senin-Jumat, Sabtu-Minggu les)
"Kenapa kamu lihat-lihat BF, kamu bikin malu orangtua saja ..."
Dll ...
Ada saja saya menemukan orangtua yang memiliki standar "zero mistake" untuk anak-anaknya. Orangtua seperti ini juga biasanya menjadi "zero tolerance" pada kesalahan yang dibuat anak. Konsekuensi ikutannya adalah

Selasa, 25 Agustus 2015

KISAH NYATA SEORANG IBU YANG BERHASIL MENGANTARKAN KETIGA PUTRANYA MENJADI IMAM MASJID BESAR DI USIA DINI

Teman2 shalihin dan shalihah, tdk ada yg istimewa dr pola asuh kami. sy hanya menjalankan peran seorang ibu, dan suami menjalankan peran seorang ayah. semua kami lakukan penuh cinta. dr cara kami berkata, cara kami memandang, cara kami mendengar, cara kami memperlakukan, semua dg cinta. menyambut &melepas anak dg ciuman hangat bersahabat. kami sadari, anak sbg hamba allaah, titipan yg hrs dijaga fitrahnya, dan kami mengikatnya dg cinta.
Seperti sy pernah bilang, kami tdk punya apapun. kami hanya punya doa, keyakinan akan maha rahman rahimNya Allaah, ...kami hanya punya cinta yg tulus, dan berusaha hanya memberikan nafkah yg halal.
Prinsif kami: siapa menanam cinta, dia akan panen cinta.
ttg doa, kami memulainya jauh sblm kami menikah. klo diingat lucu jg, spt kompak

Kamis, 20 Agustus 2015

Cara Mendidik Anak Sesuai Usianya

Salah seorang sahabat RasuluLlah Muhammad SAW yang dijuluki sebagai "pintu gerbang kota ilmu" yaitu Ali bin Abi Thalib membagi fase untuk mendidik anak menjadi tiga tahap. Yaitu :