Senin, 26 Februari 2018

Kisah Nelayan & Manajer

Seorang manager yang memiliki gaji 100 juta perbulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, ketika seorang nelayan merapatkan perahunya.

Manager itu bertanya :
Berapa lama waktu yang anda habiskan untuk menangkap ikan sebanyak ini?

“Tidak lama, cukup 5 jam,” jawab nelayan.

“Mengapa tidak pergi lebih lama lagi dan menangkap lebih banyak lagi ?”

“Ini sudah cukup buat keluargaku.”

“Apa yang Anda lakukan diluar menangkap ikan?”

“Bermain dengan anak-anakku, tidur siang, makan siang bersama keluargaku, mengantar dan jemput anak ke sekolah, bermain gitar, ngobrol dengan teman-temanku, ya, hidup yang begitu kunikmati.”

“Aku punya ide untuk membantumu,” ujar si manager.

“Aku lulusan master dari Amerika,Saranku, habiskan waktumu lebih banyak utk menanggkap ikan, beli perahu yang lebih besar, dapat lebih banyak uang, beli lagi beberapa perahu.’

Jangan jual ikan keperantara, jual langsung ke pengolahan sampai Anda memiliki pabrik sendiri.
Kendalikan produk, distribusi dan produksinya.
Setelah itu anda pindah ke kota besar, kemudian ke luar negeri untuk mengembangkan usaha ini.”

“Menarik,Tapi berapa lama waktu yg dibutuhkan supaya aku bisa seperti itu?” tanya nelayan mulai tertarik.

“Lima belas tahun paling cepat. Dua puluh tahun paling lambat,” jawab si manager.

“Setelah itu pak, Pak ?”

“Inilah bagian yang paling menarik,
Anda bisa menjual saham perusahaan di bursa dan menghasilkan uang miliaran.”

“Wah, miliaran ya.
Lalu apa setelah itu Pak?”

“Lalu, Anda bisa istirahat dan pulang ke rumah.
Pindah ke desa kecil di tepi laut, memancing, bermain dengan anak-anak, tidur siang, makan bersama istri, mengantar anak ke sekolah, bermain gitar serta ngobrol dengan teman2 dekat.

Oooooooh..

kalau TUJUAN AKHIR nya cuma itu, sekarang SAYA SUDAH MENDAPATKAN apa yang SAYA INGINkan,

Kalau menunggu 20 tahun lagi, anak-anak saya sudah besar,
jadi gak mungkin lagi saya bermain dan mengantar mereka ke sekolah sahut si nelayan sambil meninggalkan manager yg kebingungan.

Pesan si Nelayan :
Jangan lewatkan GOLDEN MOMENT bersama ANAK-ANAK & KELUARGAmu.
Karena HAL INDAH ini TIDAK AKAN TERULANG DUA KALI.....

Selasa, 26 Desember 2017

Doa agar anak dilindungi dari perbuatan zina atau kejahatan seksual



اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ
Allahummaghfir dzanbahu (ha)
Wathohhir qalbahu (ha)
Wahashshin farjahu (ha)

(*"hu" utk anak laki. "Ha" utk anak perempuan)

"Ya Allah ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya."

Ini adalah doa yg diucapkan nabi saw stlh berdialog dgn seorang pemuda yg minta ijin ke nabi agar diperbolehkan berzina. Setelah dialog yg mencerahkan, nabi menempelkan telapak tangannya ke dada sang pemuda, dan berdoa spt di atas. Semenjak itu sang pemuda tumbuh mjd sosok yg soleh dan membenci perzinaan.

Minggu, 10 September 2017

Wasiat Muhammad Al Fatih (Penakluk Konstantinopel) kepada anaknya

"Aku sudah di ambang kematian. Tapi aku berharap aku tidak kawatir, karena aku meninggalkan seseorang sepertimu. Jadilah seorang pemimpin yang adil, shalih dan penyayang. Rentangkan pengayomanmu untuk rakyatmu, tanpa kecuali, bekerjalah untuk menyebarkan Islam. Karena sesungguhnya itu merupakan kewajiban para penguasa di muka bumi. Dahulukan urusan agama atas apapun urusan lainnya. Dan janganlah kamu jemu dan bosan untuk terus menjalaninya.
 Janganlah engkau angkat jadi pegawaimu mereka yang tidak peduli dengan agama, yang tidak menjauhi dosa besar, dan yang tenggelam dalam dosa. Jauhilah olehmu bid’ah yang merusak. Jagalah setap jengkal tanah islam dengan jihad. Lindungi harta di baitul maal jangan sampai binasa. Janganlah sekali-kali tanganmu mengambil harta rakyatmu kecuali dengan cara yang benar sesuai ketentuan islam. Pastikan mereka yang lemah mendapatkan jaminan kekuatan darimu. Berikanlah penghormatanmu untuk siapa yang memang berhak.”
“Ketahuilah, sesungguhnya para ulama adalah poros kekuatan di tengah tubuh negara, maka muliakanlah mereka. Semangati mereka. Bila ada dari mereka  yang tinggal di negeri lain, hadirkanlah dan hormatilah mereka. Cukupilah keperluan mereka.”
“Berhati-hatilah, waspadalah, jangan sampai engkau tertipu oleh harta maupun tentara. Jangan sampai engkau jauhkan ahli syari’at dari pintumu. Jangan sampai engkau cenderung kepada pekerjaan yang bertentangan dengan ajaran islam. Karena sesungguhnya agama itulah tujuan kta, hidayah itulah jalan kita. Dan oleh sebab itu kita dimenangkan.”
“Ambilah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut kecil. Lalu allah memberi nikmat yang besar ini. Maka tetaplah di jalan yang telah aku lalui. Bekerjalah untuk memuliakan agama islam ini, menghormati umatnya. Janganlah engkau hamburkan uang negara, berfoya-foya, dan menggunakannya melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab-sebab terbesar datangnya kehancuran.”

Kamis, 07 September 2017

Berkisahlah

Bismillah

Jika saat ini kau memiliki anak perempuan, jangan berikan ia dongeng putri salju....
Tapi berikan ia  kisah Maryam Ibunda Nabi Isa, wanita langit yang mulia karena ia sangat menjaga kesucian dan kehormatannya...

Jika saat ini kau punya anak perempuan, jangan berikan ia dongeng cinderela...
Tapi berikan ia kisah Khadijah yang menjadi wanita suci hingga ia disandingkan dengan lelaki paling mulia di muka bumi ini Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam...

Berikan ia kisah bukan dongeng yang semata terlihat indah diawal, tampak menyenangkan di depan namun justru merusak jiwa dan ruh generasi kita..

Jangan berikan ia dongeng malin kundang yang durhaka pada ibundanya...tapi berikan ia kisah Uwais AlQorni yang sangat setia berbakti pada ibundanya bahkan hingga akhir hayat sang ibu tercinta...

Jangan berikan ia dongeng kancil yang licik, ia mencuri timun petani..kancil melakukan dosa, namun kita anggap itu lucu dan biasa..
Berikan ia kisah Mahmud Gajah Abrahah yang menolak untuk menghancurkan Ka'bah karena ia takut pada Tuhannya..

Gantilah dongeng arjuna yang (katanya) rupawan dengan kisah Nabi Yusuf Alaihissalam yang paling Tampan dan Rupawan..

Gantilah dongeng kura-kura dengan semut ibrahim...
Gantilah dongeng bangau dengan gagak dalam kisah qobil dan habil..
Gantilah.. Gantilah.. dan gantilah..
Gantilah dongeng itu dengan kisah..

Jangan berikan ia dongeng Ramayana yang menyesatkan akidah...
Namun berilah ia kisah Bilal bin Rabbah yang memperjuangkan keimanannya bairpun maut taruhannya..

Jangan berikan ia dongeng-dongeng dengan kesenangan yang semu, dengan kemuliaan yang semu..
Namun berikan ia kisah nyata yang penuh hikmah..

Jangan memulai harinya dengan sebuah kebohongan, karena dongeng adalah kebohongan yang direkayasa manusia.. Mulailah harinya dengan kejujuran yaitu dengan berkisah, kisah nyata bukan rekayasa...
Ada sosok Rasullah yang mulia, yang kisahnya memiliki ribuan hikmah.. Yang membaca setiap lembar kisahnya akan memberikan pelajaran bagi kita.. Karena Rasulullah adalah AlQur'an yang berjalan..

Jika masa kecil kita dipenuhi dengan dongeng hayalan.. Maka sudahilah.. Cukup itu sampai pada diri kita saja..
Putus rantainya.. Biarkan anak kita tumbuh dengan kisah dan segeralah mulai berkisah..

Jaga dan Selamatkan akidah mereka selagi engkau ada disampingnya..

Kisah... Kisah.. Dan kisah untuk anak kita..

Allahu a'lam..

Kamis, 20 Juli 2017

Anak-anak Subuh


Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya.

Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud.

Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai.

Ada pula Ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Di gendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang Ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun.

Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada Ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa Ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid.

Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini.

Selama masih ada orang tua, terutama para Ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya sholat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat.

Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib ummat ini di masa datang?

Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.

Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya.

Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.

Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam.

Rabu, 19 Juli 2017

Untukmu Anakku, Tahukah Kamu Nak?

Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke Masjid.

Sebab banyak orang kaya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekalipun terlupa.

Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana. .

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Karna orang pintar dan pandaipun sering tidak mampu menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke Universitas Eropa ataupun ke Amerika, mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australi, dan Korea dengan semangat yang membara, namun ke Masjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bergelar S3. .

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.
Karna pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukan puncak gunung bromo dan merapipun, sering mengeluh ketika diajak ke Masjid.

Alasan merekapun beragam. Ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman di cap 'Alim'. .

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.

Maka berbahagialah dirimu wahai anakku, bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke Masjid. Karna bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke Masjid.
.
Biar kami beritahu rahasia kepadamu.
Sejatinya, perjalananmu ke Masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu.

Itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabimu.
Serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya. .

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke Masjid.

Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenang Rabbmu. .

-Surat kecil dari orangtuamu-

Semoga bermanfaat.

Kamis, 22 Oktober 2015

Mendidik Anak dengan Inspirasi

Suatu hari seorang anak laki-laki pulang sekolah memberikan Sepucuk Surat tertutup kpd mamanya dari Kepala Sekolah.
Anak : Mama, Kepala Sekolah Memberi Surat ini kpd Saya, dg pesan Agar tdk membuka dan Hanya Mama yg boleh buka atau membacanya.
Sang Mama Membuka dan Membaca Surat dimaksud dg Airmata berlinang. Namun dg Bijak selesai membaca sang Mama membacakan untk anaknya :
"Anak Kamu terlalu Jenius. Sekolah ini Terlalu Sederhana. Tdk Cukup Guru yg Baik dan Hebat di Sekolah kami, utk Melatih Dia. Ajari dan latih sendiri anak Anda secara Langsung."
Tahun demi Tahun berlalu. Sang Anak terus tumbuh dan berkembang. Seiring waktu, sang Mama/Ibu sdh pula Meninggal/Tiada.
Suatu ketika, Anak laki-laki yg sudah dewasa itu, Menemukan kembali Surat yg dulu Dibacakan sang Mama kpdnya.
Diambilnya Surat dari Dalam Laci Meja Mamanya.
Diapun Membuka dan Membaca surat itu dg tangan bergetar. Berbeda dg apa yg didengar dari Mamanya saat dia masih Kecil dulu :
"Anak Kamu Punya masalah Kejiwaan. Kami tidak Mengizinkan Lagi Dia datang Ke Sekolah ini selamanya".
Anak itu, adlh Sang Penemu Hebat Sepanjang Masa. Dialah, Thomas Alva Edison.
Dia Menangis berjam-Jam, usai membaca Surat itu, lalu Menulis dlm Buku Hariannya : "Thomas Alva Edison, adalah Anak Gila. Hanya oleh krn Seorang Pahlawan, krn Mama, Saya Diubahnya Menjadi Sang Jenius Sepanjang Masa".
Pesan Moral :
(1) Sejarah membuktikan ttg kesaktian, kehebatan dan Peranan/Pengaruh seorang Ibu/Mama thd Anaknya
(2) Sejarah juga membuktikan kesaktian dari sebuah kata atau ucapan thdp psikologi dan Mental Anak-anak.
(3) Perkataan yg Buruk, sangat ampuh Merusak Moral & Mental Seseorang, apalagi diucapkan oleh Ibu yg buruk pula.
(4) Perkataan yg Baik dapat Memotivasi dan Menginspirasi (Merubah)